Panen Raya Bawang Merah Bumdes Sinar Harapan Desa Bubun Lamba: Kegiatan Ketahanan Pangan Berdampak Positif Bagi Warga

Desa Bubun Lamba, Anggeraja – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sinar Harapan Desa Bubun Lamba sukses melaksanakan panen raya bawang merah sebagai bagian dari program kegiatan ketahanan pangan desa. Kegiatan panen yang dilaksanakan pada Rabu, 05 November 2025, ini menjadi sorotan karena keberhasilannya memberdayakan masyarakat lokal sekaligus menargetkan hasil yang optimal.

Panen bawang merah kali ini dilakukan pada lahan seluas 1 hektar (Ha). Yang membanggakan, seluruh proses pengerjaan, mulai dari penanaman hingga panen, memberdayakan masyarakat setempat. Tercatat, sebanyak 30 orang pekerja perempuan dan 15 orang tenaga kerja laki-laki terlibat langsung dalam proses panen. Keterlibatan tenaga kerja lokal ini memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian warga Desa Bubun Lamba.

Proses Pengeringan dan Target Hasil

Setelah dicabut dari lahan, bawang merah tidak langsung diangkut. Sesuai prosedur, hasil panen akan disimpan sementara di lahan dalam tenda-tenda yang telah disiapkan untuk menjalani proses pengeringan alami. Setelah kering, bawang merah baru akan diangkut ke tempat penampungan sementara untuk disortir, diikat, dan dipersiapkan untuk dijual.

Target hasil yang ditetapkan Bumdes Sinar Harapan setelah bawang merah kering dan siap jual adalah minimal 8 ton, dengan target harga jual sekitar Rp23.000,- per kilogram.

Berdasarkan target tersebut, potensi pendapatan Bruto dari hasil panen 8 ton diperkirakan mencapai: 8.000 kg (8 ton) x Rp23.000,-/kg = Rp184.000.000,- (Seratus Delapan Puluh Empat Juta Rupiah).

Dipercepat Akibat Cuaca dan Hama

Direktur Bumdes Sinar Harapan Bapak Sunang, S.Pd, menyatakan optimisme terhadap hasil panen. Walaupun proses panen dilakukan lebih cepat dari perkiraan waktu normal tanam, yaitu minimal 60 hari setelah tanam, ia berharap hasilnya tetap maksimal, “Semoga Harga tetap stabil sehingga hasil panen dapat di jual dengan harga yang menguntungkan pungkasnya”.

Percepatan waktu panen ini mendapat konfirmasi dari Koordinator Kecamatan (Korcam) Anggeraja, Bapak Muhammad Harsono. Beliau menjelaskan bahwa panen bawang merah Bumdes Sinar Harapan terpaksa dipercepat, hanya pada usia 52 hari setelah tanam.

“Percepatan ini diambil karena pertimbangan faktor kondisi cuaca yang ekstrem dan potensi serangan hama yang meningkat. Keputusan ini merupakan langkah antisipatif untuk menghindari potensi kerugian yang lebih besar dan mengamankan hasil panen yang sudah ada,” ujar Bapak Muhammad Harsono.

Keberhasilan panen bawang merah ini menjadi bukti nyata keseriusan Bumdes Sinar Harapan dalam mengelola program ketahanan pangan desa. Selain menghasilkan produk pertanian, dengan potensi pendapatan ratusan juta Rupiah, kegiatan ini berhasil menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bubun Lamba.

Kontributor: Muh. Harsono Korcam Anggeraja

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top