
RANGA 14/08/2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat tapak berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Pemerintah Desa bersama seluruh elemen masyarakat kembali menggelar pesta rakyat bertajuk “Ranga Maroa”, yang kini resmi memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
Sejak hari pertama digelar, ajang tahunan ini disambut dengan antusiasme yang membuncah dari warga setempat. Gelora kemerdekaan membaur dengan semangat gotong royong yang menjadi napas utama kegiatan tersebut.
Sorak-Sorai Suporter Bakar Semangat Sportivitas
Daya tarik utama dari Ranga Maroa terletak pada deretan turnamen olahraga antar-dusun, seperti kompetisi sepak bola dan bola voli. Lapangan pertandingan tak pernah sepi; warga berbondong-bondong memadati area sekitar untuk memberikan dukungan penuh kepada tim andalan dusun masing-masing.
Gempita sorak-sorai penonton dan tabuhan drum dari para suporter sukses menciptakan atmosfer pertandingan yang sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta kebersamaan.
Geliat UMKM: Berkah Ekonomi di Balik Keramaian
Tidak sekadar menyajikan hiburan dan kompetisi olahraga, Ranga Maroa terbukti memberikan dampak instan bagi perekonomian lokal. Memanfaatkan riuhnya kerumunan penonton, belasan warga dan pelaku UMKM memadati area sekitar lokasi dengan membuka lapak jualan makanan, minuman, hingga jajanan tradisional.
Geliat transaksi jual-beli ini memberikan berkah tersendiri berupa tambahan penghasilan bagi masyarakat. Ranga Maroa pun menjelma menjadi ruang perputaran ekonomi desa yang produktif di tengah momentum perayaan nasional.
Menjaga Tradisi Tahunan Demi Desa yang Maju dan Bersatu
Konsistensi penyelenggaraan Ranga Maroa selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti nyata betapa kuatnya tali silaturahmi dan kekompakan warga desa dalam mengisi kemerdekaan.
Pemerintah Desa beserta tokoh masyarakat berharap agenda Ranga Maroa dapat terus dilestarikan sebagai tradisi tahunan. Melalui semangat HUT ke-81 RI ini, Ranga Maroa tidak hanya hadir sebagai wadah hiburan warga, melainkan menjadi fondasi sosial dan ekonomi dalam mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan bersatu.
Kontributor: Andi Syahrir (Korcam Kec. Enrekang)
